“Yang ingin kami bentuk bukan hanya kemampuan menggunakan peralatan, tetapi juga karakter, mental, disiplin, serta kemampuan bekerja sebagai satu tim. Seorang petugas pemadam harus siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia,Hehamahua mengakui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon masih menghadapi keterbatasan armada.
Saat ini, pihaknya baru memperoleh tambahan satu unit mobil pemadam melalui bantuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, Damkar Ambon masih memerlukan sedikitnya tujuh unit mobil pemadam tambahan.
“Harga satu unit mobil pemadam sekitar Rp1,8 miliar, bahkan bisa lebih mahal karena dipengaruhi kenaikan nilai dolar. Jadi pengadaan armada memang membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ungkapnya
Menanggapi keluhan masyarakat terkait lambatnya respons petugas saat terjadi kebakaran,dirinya menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan tiga pos pelayanan yang tersebar di Kota Ambon. Sistem penanganan dilakukan dengan mengerahkan armada dari pos terdekat agar waktu respons dapat dipersingkat.
“Kalau terjadi kebakaran di wilayah tertentu, misalnya Suli, maka pos terdekat yang akan bergerak lebih dulu. Saat ini di pos tersedia dua unit mobil pemadam, satu unit sedang dalam perawatan dan satu unit lainnya tetap siaga melayani masyarakat,” paparnya










