“Pertumbuhan ekonomi Maluku selama ini masih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, baik melalui belanja pegawai maupun proyek APBN dan APBD. Karena itu, kita membutuhkan investasi swasta yang lebih besar agar aktivitas ekonomi semakin berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Wagub juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, untuk membangun sinergi dalam mendukung keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela.
Menurutnya, proyek strategis tersebut tidak hanya memiliki dimensi sosial, budaya, dan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan investor terhadap iklim investasi daerah. Oleh sebab itu, stabilitas, komunikasi, dan kepastian sosial menjadi aspek penting yang perlu dijaga bersama.
Di sisi lain, Vanath mengingatkan agar seluruh potensi dampak sosial dan lingkungan diperhitungkan secara matang sejak tahap persiapan hingga operasional proyek. Langkah mitigasi diperlukan agar pembangunan memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat setempat, termasuk ketika kegiatan operasional perusahaan berakhir. Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif melalui kolaborasi lintas sektor, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, serta kearifan lokal.










