Ia menambahkan, berbagai profesi baru seperti content creator, influencer, dan youtuber yang belum terakomodasi secara maksimal pada sensus sebelumnya kini akan masuk dalam pendataan.
Hal ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai perkembangan ekonomi daerah dan nasional.
Selain mendata aktivitas ekonomi masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 juga akan mendukung penyediaan data sosial ekonomi keluarga yang dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai dasar penyusunan program pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta upaya penanggulangan kemiskinan secara tepat sasaran.
Karena itu, Wawali meminta seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan dengan serius dan memahami seluruh materi, mulai dari konsep, metodologi, penggunaan aplikasi hingga etika pendataan di lapangan.
“Setiap data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah maupun nasional. Karena itu, tugas petugas sensus bukanlah tugas biasa, melainkan tanggung jawab besar bagi masa depan pembangunan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan statistik bersama Badan Pusat Statistik (BPS), karena data yang berkualitas merupakan fondasi utama bagi pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.










