Kata Saodah, selain empat sekolah unggulan tersebut, Saodah mengingatkan masih banyak sekolah lain yang memiliki kapasitas untuk menerima peserta didik baru, seperti SMA Xaverius, SMA Kristen, SMA Muhammadiyah, dan SMA Ahmad Yani.
Dalam pelaksanaan SPMB 2026 sambungnya, penerimaan siswa dilakukan melalui beberapa jalur, yakni domisili, afirmasi, mutasi, dan jalur prestasi.
Lebih jauh diungkapkan, untuk jalur mutasi, kuotanya sebesar 5 persen, sementara jalur lainnya dibagi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Masih ada sekolah-sekolah lain yang mampu menampung siswa ketika mereka tidak diterima di sekolah-sekolah favorit,” katanya.
Kuota penerimaan di SMA Negeri 1 hanya sebanyak 224 siswa. Sementara SMA Negeri 2, SMA Negeri 11, dan SMA Negeri 13 menyesuaikan kapasitas rombongan belajar yang telah ditetapkan.
Disorotinya kebijakan tersebut dapat mengakhiri polemik yang selama ini muncul setiap tahun ajaran baru, terutama aksi protes dari orang tua maupun calon siswa yang memaksa masuk ke sekolah tertentu.
“Kami ingin setelah proses pendaftaran dan penerimaan selesai tidak ada lagi demonstrasi atau tuntutan agar siswa harus diterima di sekolah-sekolah tertentu, padahal kuotanya sudah penuh,” ujarnya.










