Arikamedia.id, AMBON – Keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela harus menjadi momentum kebangkitan sumber daya manusia (SDM) Maluku, bukan sekadar proyek investasi berskala besar yang minim manfaat bagi masyarakat lokal.
Blok Masela memang membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi. Standar keselamatan, sertifikasi, hingga pengalaman kerja merupakan kebutuhan industri yang tidak bisa diabaikan. Tidak boleh dijadikan alasan untuk mengesampingkan tanggung jawab membangun kapasitas SDM Maluku.
Pernyataan itu disampaikan Anggota DPRD Maluku dari Fraksi Partai Golkar, Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Anos Yeremias, dalam penjelasannya Jumat (17/7/26), menanggapi keresahan masyarakat yang mempertanyakan arti kehadiran Blok Masela jika putra-putri Maluku justru kesulitan memperoleh pekerjaan karena tingginya persyaratan kualifikasi di industri migas.
”Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar, Pemkab MBD , kontraktor pelaksana, serta seluruh pemangku kepentingan harus memiliki komitmen yang sama untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal sejak dini,” katanya.
Ia mendorong adanya program yang terintegrasi berupa pendidikan vokasi, pelatihan, magang industri, sertifikasi kompetensi, hingga pembinaan berkelanjutan agar generasi Maluku mampu memenuhi standar yang dibutuhkan sektor migas. Selain itu, Anos menilai proses rekrutmen tenaga kerja lokal harus dilakukan secara terbuka, terencana, dan bertahap seiring dengan meningkatnya kompetensi masyarakat.










