Menurutnya, pertimbangan Wantimpres menjadi bahan bagi Presiden dalam mengambil keputusan. Ia mengibaratkannya seperti penyusunan surat keputusan: mengingat, menimbang, memutuskan, dan menetapkan.
Rocky juga menolak anggapan bahwa posisinya di dalam pemerintahan akan membuat pertimbangannya bias secara politik. Menurutnya, pertimbangan etis bersifat normatif dan menjadi tanggung jawab individual setiap anggota Wantimpres.
Ia menegaskan, Wantimpres akan memantau apakah arah kebijakan pemerintah tetap sesuai dengan janji Presiden, termasuk terkait kemakmuran rakyat, serta melihat apakah kebijakan tersebut dipahami publik sebagaimana mestinya.
Jika terdapat kesenjangan persepsi, hal itu dapat menjadi bahan pertimbangan kepada Presiden, termasuk terkait komunikasi kebijakan.*










