Mekanisme ini menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah manipulasi nilai dan memperkuat akuntabilitas proses seleksi.
Sementara itu, Karo SDM Polda Maluku Jemi Junaidi selaku Ketua Panitia Daerah menegaskan bahwa proses rekrutmen Polri saat ini terus bertransformasi menuju sistem seleksi modern berbasis merit dan kompetensi.
Menurutnya, Polri membutuhkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan mental kepribadian yang baik.
“Polri masa depan membutuhkan personel yang profesional, disiplin, berintegritas, dan siap melayani masyarakat. Karena itu seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan yang terpilih benar-benar putra-putri terbaik bangsa,” kata Kombes Pol. Jemi Junaidi.
Ia menambahkan, pelibatan pengawas internal maupun eksternal merupakan bagian dari komitmen reformasi kelembagaan Polri dalam membangun sistem rekrutmen yang terbuka dan dipercaya publik.
“Kami membuka ruang pengawasan seluas-luasnya agar proses seleksi berjalan objektif dan transparan. Ini bentuk keseriusan Polri dalam membangun SDM unggul menuju institusi yang semakin profesional dan presisi,” ungkapnya.
Di tengah ketatnya persaingan, para peserta tampak berupaya maksimal menyelesaikan setiap tahapan ujian.










