Ia menyebut salah satu kegiatan besar yang telah dilaksanakan PIM Maluku adalah Parade Kebaya Ambon, yang melibatkan hampir 3.000 peserta. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai budaya kepada perempuan dan anak.
Sementara itu, Ketua Bidang Perempuan dan Anak PIM Maluku, Ulfa Tuahnas, menegaskan PIM ingin mengambil bagian dalam penguatan advokasi terhadap berbagai persoalan perempuan dan anak.
Menurut Ulfa, latar belakang pengurus PIM yang beragam menjadi modal penting untuk membangun kerja bersama dengan pemerintah maupun lembaga layanan yang selama ini menangani isu perempuan dan anak.
“Pengurus PIM terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan dan kegiatan, tetapi semuanya bermuara pada kepentingan perempuan dengan berbagai isu, baik kesehatan maupun kekerasan yang saat ini masih marak,” ujarnya.
Ulfa menambahkan, roadshow tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan PIM sekaligus membuka ruang kemitraan dengan DP3A Maluku.
“Kami berharap ke depan bisa menjadi partner atau mitra dan berkolaborasi dalam berbagai program,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala DP3A Maluku, Nida Ambon, menyambut positif kehadiran PIM Maluku. Ia menilai semakin banyaknya organisasi perempuan yang terlibat dalam isu perempuan dan anak akan memperkuat upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan.















