Selain memberi pengakuan kompetensi secara kelembagaan, pelatihan tersebut juga membuka ruang bagi peserta untuk membangun usaha secara profesional.
“Kegiatan seperti ini memberikan dampak nyata bagi anak-anak muda Maluku agar diakui secara kompetensi dan mampu mengembangkan usaha dengan lebih baik,” katanya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, lanjutnya, memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya pengembangan kopi tunuh, termasuk kolaborasi yang sementara dilakukan untuk membudidayakan tanaman kopi tersebut di Kota Ambon.
Ia menyebut penanaman kopi telah mulai dilakukan di kawasan Soya sebagai bagian dari langkah menjaga identitas budaya lewat kopi lokal.
“Kita ingin menjaga identitas orang Maluku, orang Ambon, melalui kopi ini. Mungkin bertahap, tetapi harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan sehingga memberi nilai tambah bagi generasi mendatang,” ujarnya. (AM-18)










