BeritaNasionalOpiniUtama

Meredupkan Demokrasi: Analisis Filosofis atas Pencabutan Kartu Pers Istana

954
×

Meredupkan Demokrasi: Analisis Filosofis atas Pencabutan Kartu Pers Istana

Sebarkan artikel ini

Jika demokrasi adalah rumah, maka pers adalah jendela dan ventilasinya. Menutup jendela tidak akan meruntuhkan rumah seketika, tetapi perlahan membuat penghuninya sesak napas. Itulah yang sedang terjadi.

Kita bisa memilih,  membiarkan rumah demokrasi ini pengap, atau membuka kembali jendela dengan menghidupkan kebebasan pers.***

Baca Juga  Profil Kombes Andi Kirana, Kapolresta yang diperiksa Propam kasusnya tertutup, harta kekayaannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *