Selain Prancis dan Korea Selatan, PIM juga tengah melakukan pengembangan organisasi di Australia, Irlandia, dan sejumlah negara di kawasan ASEAN. Menurut Lana, perluasan jaringan internasional ini menjadi langkah penting untuk memperkuat eksistensi PIM baik di dalam maupun luar negeri.
Ia menyebut keberadaan pengurus luar negeri menjadi jembatan antara pusat dan daerah, termasuk dalam mendorong berbagai program nasional hingga promosi internasional.
“Kami berharap program-program dari pusat bisa sampai ke luar negeri, salah satunya melalui promosi UMKM, pameran produk, hingga promosi pariwisata Indonesia,” jelasnya. Lebih lanjut, Lana mengatakan PIM juga telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan mitra dari Korea Selatan untuk membahas rencana pelaksanaan Festival Indonesia di Korsel.
PIM sendiri, lanjutnya, merupakan salah satu organisasi yang turut mengusulkan Hari Kebaya Nasional dan mendukung kebaya sebagai warisan budaya UNESCO. Ia menyebut peringatan Hari Kebaya Nasional akan digelar pada 24 Juli mendatang.
“Mudah-mudahan nanti setelah kembali ke negara masing-masing, kegiatan Hari Kebaya Nasional bisa dilaksanakan secara live di berbagai daerah maupun luar negeri,” ungkapnya. Menurut Lana, sejumlah daerah seperti Maluku dan Banten juga telah menyiapkan berbagai kegiatan budaya, termasuk parade nusantara yang akan dilaksanakan secara serentak, meskipun dengan penyesuaian waktu di masing-masing wilayah.










