“Kita ingin membangun perempuan-perempuan tangguh yang produktif. Salah satunya melalui penyuluhan tentang kewirausahaan dan legalitas,” ujarnya.
Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku, Rimaniar Julindra, menjelaskan bahwa keberadaan Maluku memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional, baik dari sisi kekayaan sumber daya alam, budaya, maupun potensi sumber daya manusia.
Menurutnya, potensi tersebut perlu terus diperkuat melalui keterlibatan masyarakat, termasuk perempuan, dalam berbagai bidang pembangunan.
Ia menilai perempuan Maluku memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas Maluku.
Sedangkan Saiful mengatakan, Maluku memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha berbasis produk lokal. Hampir setiap daerah memiliki hasil alam dan karya masyarakat yang memiliki ciri khas serta nilai jual.
Ia mencontohkan pengalamannya saat bertugas di Lampung. Di daerah tersebut, satu komoditas seperti pisang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dengan nilai jual yang berbeda.
Menurut Saiful, potensi serupa dapat dikembangkan di Maluku melalui pengolahan, pengemasan, pemasaran, serta pemahaman mengenai hukum dan legalitas usaha.















