Ia juga mengakui masih terdapat beberapa catatan teknis dalam pelaksanaan asesmen yang sementara dievaluasi, terutama terkait pengawasan ruang ujian.
“Ada beberapa tahapan proses yang perlu diperbaiki. Misalnya dalam pelaksanaan kegiatan, ada kamera yang mengarah langsung ke siswa dan kamera yang memantau ruangan. Saat kegiatan berlangsung sebenarnya tidak boleh sembarang orang masuk ke ruangan,” katanya.
Menurutnya, masih ditemukan satu hingga dua guru yang masuk ke ruang ujian. Namun guru tersebut merupakan teknisi dan proktor yang bertugas mendukung pelaksanaan asesmen. “Guru yang masuk itu memang teknisi dan proktor, tetapi tidak boleh berada atau berjalan di belakang siswa saat ujian berlangsung,” tegasnya.
Selain itu, terdapat pula sejumlah siswa yang mengikuti ujian susulan karena belum menyelesaikan seluruh soal saat pelaksanaan awal. Namun proses susulan tersebut kini telah selesai dilaksanakan.
“Ada siswa yang ikut susulan karena sebelumnya tidak mengisi semua soal, dan itu sudah dituntaskan,” pungkasnya. (AM-18)










