“Keselamatan penumpang dan awak kapal harus menjadi prioritas. Kebutuhan masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan,” tegasnya.
Kondisi cuaca dan gelombang yang turut memengaruhi pelayaran di wilayah MBD membuat keberadaan transportasi laut semakin penting. Jika pelayanan kapal perintis terhenti terlalu lama, distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat berpotensi terganggu.
Pemerintah dan operator diharapkan segera mencari solusi yang cepat, aman dan manusiawi, sehingga pelayanan transportasi antarpulau di MBD tidak terhenti.
“Kapal boleh berganti, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti,” tegasnya. **













