Tidak hanya itu, fasilitas pendukung seperti ruang bermain anak juga disiapkan. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan tempat pelayanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
“Bangunan kosong belum menjadi ruang layanan. Semua harus disiapkan sesuai standar MPP. Ada informasi di depan, meja layanan, ruang bermain anak dan fasilitas lainnya,” jelasnya.
Saat ini, pembuatan meja layanan dan penataan interior masih berjalan. Febby memperkirakan pekerjaan interior dapat mencapai sekitar 75 persen hingga November dan ditargetkan rampung pada bulan yang sama.
Setelah penataan interior selesai, Pemkot Ambon akan melanjutkan persiapan menuju tahap operasional. Pada November hingga Desember, instansi yang akan membuka layanan di MPP mulai menyiapkan kebutuhan sekaligus melakukan simulasi pelayanan.
Simulasi dilakukan untuk memastikan seluruh sistem dapat berjalan dengan baik, termasuk jaringan internet, sistem pelayanan, penempatan meja hingga alur masyarakat saat menerima layanan.
“November dan Desember kita mulai persiapan untuk simulasi layanan. Harapannya awal tahun sudah bisa digunakan dan full layanan di sana,” ujar Febby.
Dengan konsep pelayanan dalam satu lokasi, MPP Kota Ambon disiapkan untuk memudahkan masyarakat mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuat proses pelayanan lebih tertata dan masyarakat tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan layanan yang tersedia.















