“Kolaborasi bersama berbagai lembaga, LSM dan organisasi perempuan untuk mendorong upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.
Nida juga menyinggung kondisi efisiensi yang saat ini menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program. Karena itu, kerja sama lintas organisasi dinilai dapat menjadi solusi agar berbagai kegiatan tetap dapat berjalan dengan memanfaatkan sumber daya dan kemampuan masing-masing pihak.
Ia berharap PIM Maluku dapat memberikan ide dan gagasan dalam menyusun agenda kampanye ke depan, sehingga kegiatan yang dilakukan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi memiliki nilai edukasi dan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu Rizka Mulyani Sangadji, S.P., M.Si, Kepala UPTD PPA Maluku, mengharapkan PIM bisa membantu dari sisi pemberitaan untuk meluruskan berita-berita yang terkesan vulgar memberitakan tentang kekerasan terhadap perempun dan anak.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut DPD PIM Maluku yang diwakili Sekretaris PIM Vonny Litamahuputty, Bidang Organisasi Febby Koenoe, Ketua Bidang (Kabid) Perempuan dan Anak, Ulfa Tuahuns, anggotanya Ade Ohello, anggota bidang sosial Novi Tumalang dan Wakil Sekretaris 2 Zunariah Nakul bersepakat soal kesiapan untuk berkolaborasi dengan DP3A dalam rangkaian Kampanye 16HAKTP.















