Sebagai bagian dari upaya modernisasi kepolisian, Kapolda mendorong optimalisasi sarana dan prasarana pendukung tugas, termasuk pemanfaatan teknologi pengawasan seperti body worn camera yang dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme anggota saat bertugas di lapangan.
Ia juga meminta seluruh satuan kerja memastikan kesiapan kendaraan operasional, alat komunikasi, perlengkapan pengamanan, hingga peralatan penanggulangan bencana agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara maksimal dan responsif.
Di tingkat kewilayahan, Kapolda menaruh perhatian khusus terhadap penguatan fungsi Polsek sebagai ujung tombak pelayanan publik dan deteksi dini potensi gangguan keamanan. Menurutnya, pendekatan humanis, kedekatan anggota dengan masyarakat, serta kemampuan membangun komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kita ingin membangun polisi yang hadir di tengah masyarakat, memahami masyarakat, dan menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Menutup arahannya, Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi kepada Irwasda Polda Maluku beserta seluruh tim audit atas pelaksanaan tugas pengawasan yang dinilai profesional, objektif, dan konstruktif. Ia berharap seluruh hasil audit menjadi pijakan penting dalam memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.










