“Tanpa tiga hal itu, predikat militan dan berkemajuan hanya akan menjadi slogan kosong,” tegasnya.
Basyir juga mengingatkan kader baru IMM agar tidak terjebak dalam pola aktivisme yang reaktif dan bersifat sesaat. Menurutnya, kader harus mampu menghadirkan gagasan serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kader IMM harus menjadi alternatif solusi, bukan bagian dari masalah. Merawat kebangsaan berarti menjaga nalar kritis, menjaga etika demokrasi, dan tetap setia pada nilai-nilai Islam yang berkemajuan, apa pun tantangan zamannya,” katanya.
DAD Komisariat FISIP Unpatti ini akan diisi dengan sejumlah materi yang berkaitan dengan ke-IMM-an, ke-Muhammadiyahan, ke-Islaman, serta analisis isu-isu strategis ke-Maluku-an dan kebangsaan. Kegiatan tersebut menghadirkan instruktur dan akademisi, baik dari lingkungan internal Muhammadiyah maupun eksternal, sebagai bagian dari proses penguatan ideologi, wawasan, serta kapasitas calon kader IMM. *










