BeritaEkonomiNasionalUtama

Rupiah bisa sentuh Rp 20.000 per dolar AS? Begini prediksi analis

19
×

Rupiah bisa sentuh Rp 20.000 per dolar AS? Begini prediksi analis

Sebarkan artikel ini
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Arikamedia.id – Tekanan dari sektor eksternal serta kebijakan pemerintah, baik dari sisi fiskal maupun moneter, menjadi sentimen yang berpotensi membuat nilai tukar rupiah tetap tertekan dalam dua bulan ke depan.

Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendi Manilet, mengatakan tekanan rupiah sudah terjadi sejak awal tahun 2026. Ia menyebut, rupiah sempat berada di sekitar Rp 16.690 per dolar AS pada 1 Januari 2026, kemudian mencapai Rp 18.180 pada 8 Juni atau terdepresiasi mendekati 8 persen sepanjang tahun 2026.

“Rupiah sudah beberapa kali menyentuhnya sejak Juni dan Bank Indonesia mampu meredam tekanan. Bedanya, pengujian kali ini terjadi ketika persoalan global bertemu dengan penurunan kepercayaan terhadap pasar domestik,” ujar Yusuf kepada JawaPos.com, Minggu (18/10).

Baca Juga  PIM Maluku Gandeng RRI, TVRI dan Tribun Ambon, Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Yusuf memperkirakan dalam satu hingga dua bulan ke depan, saya memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.900 sampai Rp 18.100 per dolar AS. Jika tekanan meningkat, terutama apabila The Fed menaikkan suku bunga pada Desember dan arus modal keluar terus berlanjut.

Di saat yang sama, ia belum melihat Rp 20.000 sebagai skenario dasar. Pasalnya, untuk mencapai level itu, rupiah harus melemah sekitar 11 persen lagi dalam waktu singkat. Ia menjelaskan, pergerakan sebesar itu biasanya membutuhkan tekanan serius pada neraca pembayaran atau penurunan tajam kepercayaan terhadap kebijakan fiskal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *