Atikamedia.id, AMBON — Wakil Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi Maluku, Saswaty Matakena mengatakan, upaya mendorong pemberitaan yang lebih ramah terhadap perempuan dan anak terus diperkuat.
Dikatakan, jaringan perempuan dan aktivis mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) untuk memperluas kolaborasi dalam menghadirkan pemberitaan dan program siaran yang mengedepankan perlindungan korban.
Dorongan tersebut disampaikan dalam audiensi DPD PIM Maluku dibawah kepemimpinan Rimaniar Julindra dengan RRI Ambon yang diterima langsung Kepsta RRI Ambon Yani Peter Latuheru dan stafnya.
Menurutnya, selain membangun kerja sama di bidang pemberitaan, kolaborasi diharapkan dapat dikembangkan melalui program edukasi, kampanye publik, dialog interaktif, serta pemberdayaan perempuan.
“Dalam konteks kerja sama dengan RRI, kami berharap ke depan RRI dapat semakin mendukung proses pemberitaan maupun siaran yang lebih ramah terhadap perempuan dan anak, terutama dalam kasus-kasus kekerasan,” ujar Saswaty, Kamis (1/10/26).
Kata Saswaty, masih terdapat pemberitaan yang cenderung vulgar dan belum sepenuhnya mempertimbangkan keamanan serta kondisi psikologis korban.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian lanjutnya, adalah masih ditemukannya publikasi identitas korban secara lengkap.










