BeritaEkonomiNasionalPemerintahanUtama

Purbaya akui pendapatan kelas menengah turun, siapkan strategi genjot ekonomi

21
×

Purbaya akui pendapatan kelas menengah turun, siapkan strategi genjot ekonomi

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Arikamedia.id, AMBON – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kondisi masyarakat kelas menengah di Indonesia saat ini sedang tertekan karena pendapatan turun. Menurut Purbaya, pemerintah mengantisipasi kondisi ini dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Cuma kan pertanyaannya sekarang, kelas menengah enggak dapat (subsidi). Gitu kan? Kelas menengah pendapatannya turun. Itulah makanya kita ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat,” ujar Purbaya dalam gelaran Sarasehan 100 Ekonom di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9).

Pemerintah juga menggelontorkan anggaran subsidi dalam jumlah besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Untuk subsidi BBM aja kita keluarkan Rp 500 triliun lebih, subsidi non-BBM tuh hampir sama, Rp 540 triliun untuk pendidikan dan lain-lain. Jadi subsidi dari pemerintah cukup besar,” jelas Purbaya, dilansir KumparanBinis.

Baca Juga  Ironi Penegakan Hukum RI : Anggaran Rp0, Komnas HAM Tak Bisa Jemput Aduan hingga Selidiki Kasus HAM Berat

“Pemerintah tidak pernah melupakan, masyarakat membutuhkan,” sambung Purbaya. Kelompok masyarakat kelas menengah saat ini tidak tersentuh oleh skema bantuan tersebut sehingga pendapatan mereka menurun. Ia pun menilai solusi utamanya bukanlah pemberian subsidi, melainkan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kan selama ini pertumbuhan ekonomi kita di bawah 5 (persen) rata-rata ya. Kalau di bawah 5 (persen) itu terjadilah deindustrialisasi dan lain-lain kan. Akibatnya penciptaan lapangan kerja formal kurang,” sebut Purbaya. Katanya, untuk memulihkan kondisi ekonomi kelas menengah serta mencetak kelompok masyarakat menengah baru, laju pertumbuhan ekonomi perlu didorong hingga melampaui rentang 6 hingga 6,5 persen secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *