JAKARTA – Kericuhan usai aksi di sekitar Gedung DPR pada Kamis (27/8) meninggalkan satu persoalan serius: BS (59), seorang pedagang cermin, meninggal dunia setelah keluar rumah untuk melihat kondisi sekitar.
Anggota Komisi III DPR Abdullah meminta Polri mengusut kasus tersebut secara menyeluruh. Bukan hanya siapa yang diduga melakukan kekerasan, tetapi juga siapa yang menggerakkan, dari mana mereka datang, dan apakah ada pihak yang memberi perintah.
BS diketahui sempat menutup usahanya lebih awal karena massa mulai berdatangan. Setelah situasi dinilai lebih aman, ia keluar rumah. Namun, ia tidak kunjung kembali. Keluarga kemudian mengetahui keberadaannya melalui sebuah video pada Jumat (28/8) dini hari, dilansir KoranBaliExpress.
Yang membuat kasus ini semakin menyisakan tanda tanya, keluarga mengaku tidak mengetahui secara jelas apa yang terjadi kepada BS dalam video tersebut—termasuk bagaimana ia mengalami kekerasan dan bagaimana akhirnya dibawa ke rumah sakit.
Abdullah menilai penyidikan harus dilakukan secara transparan agar tidak membuka ruang bagi spekulasi. Ia juga menyebut seluruh pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum. Dugaan pasal yang lebih berat pun, termasuk pembunuhan berencana, harus dibuktikan terlebih dahulu unsur perencanaannya.










