ANGKA itu terus bergerak sepanjang hari. Pukul 12.30 WIB, korban meninggal gempa M 7,7 NTT tercatat 14 jiwa. Pukul 15.00 WIB, angka itu naik menjadi 38. Dan pada pukul 17.45 WIB, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengumumkan angka terbaru: 47 orang telah meninggal dunia. Semua angka itu berstatus data sementara yang terus diverifikasi oleh tim gabungan di lapangan.
Korban tersebar di lima kabupaten. Manggarai menjadi wilayah dengan korban terbanyak: 21 orang tewas. Manggarai Timur menyusul dengan 17 korban. Kabupaten Sikka mencatat 3 korban, Manggarai Barat 1 orang, dan Kabupaten Ngada 1 orang. Selain yang meninggal, 2 orang mengalami luka berat dan 11 luka ringan. Sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri ke tempat lebih aman.
Gempa M 7,7 yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer itu mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya pukul 04.58 WIB tadi pagi. Tsunami kecil sempat terdeteksi di Labuan Bajo (0,36 meter) dan Sikka (0,19 meter). Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG resmi dicabut pukul 07.31 WIB setelah ancaman gelombang besar tidak terkonfirmasi.
Kerusakan infrastruktur meluas ke berbagai titik. Lima bandara terdampak, meski Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bukan landasan pacu yang rusak. Pelabuhan Maumere mengalami kerusakan. Hotel Jayakarta Bajo di Labuan Bajo terdampak. Sejumlah ruas jalan tertutup longsor. Lima fasilitas kesehatan rusak, satu rumah sakit di Maumere terdampak, dan enam kantor pemerintahan mengalami kerusakan. TNI menerjunkan 1.267 personel untuk mendukung evakuasi dan penanganan darurat di seluruh wilayah terdampak.










