Arikamedia.id, AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting melalui langkah terukur dan kolaboratif.
Hal ini ditandai dengan dibukanya secara resmi Pra Musrenbang Tematik Stunting Kota Ambon Tahun 2026 oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, di Marina Hotel, Rabu, (08/04/26).
Kegiatan strategis ini menjadi ruang awal untuk menyatukan persepsi dan langkah berbagai pihak dalam menangani persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius di Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Wattimena menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja, melainkan membutuhkan keseriusan, konsistensi, serta pengukuran yang jelas terhadap perkembangan anak.
Menurutnya, setiap intervensi yang dilakukan harus mampu memberikan dampak nyata dan terukur, sehingga progres pertumbuhan anak dapat dipantau secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan stunting menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, memaparkan data terkini terkait kondisi stunting di kota tersebut.
Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 271 kasus stunting, yang terdiri dari 80 balita dengan kategori sangat pendek dan 191 balita pendek, dengan prevalensi mencapai 1,58 persen. Angka tersebut, menurutnya, menjadi sinyal bahwa upaya penanganan stunting masih belum selesai.










