Arikamedia.id, IRAN – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengklaim kapal selam AS telah menenggelamkan “sebuah kapal perang Iran” di Samudra Hindia. “Kapal itu merasa aman di perairan internasional, tapi justru dihantam torpedo,” ujarnya. Hegseth tidak menyebut nama kapal Iran yang diserang.
Namun sebelumnya Angkatan Laut Sri Lanka melaporkan bahwa kapal IRIS Dena tenggelam di Samudra Hindia. Sekitar 140 orang di dalamnya dinyatakan hilang. Ini “memang bukan pertarungan yang seimbang, dan tidak dimaksudkan sebagai pertarungan yang seimbang,” kata Hegseth, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat sedang “menghantam Iran saat mereka sedang terpuruk.”
“Gelombang yang lebih besar akan datang. Kami baru memulainya,” ujarnya. Pada Rabu (04/03), Angkatan Laut Sri Lanka menyatakan telah menyelamatkan 32 orang setelah menerima panggilan darurat dari kapal Angkatan Laut Iran IRIS Dena.
Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Budhika Sampath, mengatakan: “Meski berada di luar wilayah perairan kami, lokasi itu masih termasuk dalam zona pencarian dan penyelamatan kami. Jadi kami berkewajiban merespons sesuai kewajiban internasional.”
Ia menambahkan: “Kami menemukan orang-orang terapung di laut, menyelamatkan mereka, dan kemudian mengetahui bahwa mereka berasal dari kapal Iran.” Menurut dokumen kapal tersebut, diperkirakan ada 180 orang di dalamnya.










