Menurut Kapolda, proses rekrutmen merupakan gerbang awal dalam membentuk sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks di era modern.
Ia menambahkan, seluruh proses seleksi diawasi secara berlapis oleh pengawas internal maupun eksternal guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dimulai dari proses rekrutmen yang bersih dan transparan. Karena itu, seluruh tahapan harus dilaksanakan secara objektif agar menghasilkan calon anggota Polri yang benar-benar berkualitas dan layak,” ujarnya.
Berdasarkan hasil Sidang Terbuka Panda Maluku, sebanyak 119 peserta dinyatakan lulus terpilih menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II.
Untuk jalur Taruna/i Akademi Kepolisian (Akpol), sebanyak 16 peserta dinyatakan lulus terpilih dari total 27 peserta yang mengikuti sidang, terdiri dari 15 pria dan 1 wanita.
Pada jalur Bintara Polri, sebanyak 73 peserta dinyatakan lulus terpilih dari total 447 peserta yang mengikuti sidang, dengan rincian 67 pria dan 6 wanita.
Sementara pada jalur Tamtama Polri, sebanyak 30 peserta pria dinyatakan lulus terpilih dari total 38 peserta yang mengikuti sidang.










