“Yang paling penting bukan penghargaan itu, tetapi kerja keras kita memastikan masyarakat Kota Ambon terdidik dan memahami keuangan. Keuangan itu harus inklusif,” tegasnya.
Capaian tersebut, lanjut dia, menjadi dorongan bagi pemerintah daerah bersama OJK, perbankan dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperluas edukasi finansial.
Langkah itu dinilai penting agar masyarakat memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab.
Di hadapan para siswa, Wattimena juga memberikan contoh sederhana mengenai kebiasaan menabung. Jika seorang anak memperoleh uang jajan Rp10 ribu, sebagian kecil dapat disisihkan untuk ditabung.
“Tidak perlu banyak. Kalau orang tua memberikan uang jajan Rp10 ribu, menabung Rp2 ribu saja sudah luar biasa. Kalau dilakukan setiap hari secara rutin, lama-kelamaan anak-anak akan terbiasa,” katanya.
Ia kemudian mengingatkan para pelajar pada pepatah yang sejak lama dikenal, yakni “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya.” Pepatah itu dinilai penting untuk membentuk kebiasaan disiplin sekaligus mengajarkan anak agar mampu menggunakan uang secara bijak dan bertanggung jawab.
Melalui CIMB Niaga Goes to School, para pelajar diharapkan memperoleh pemahaman yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.










