Sementara itu, Tugu Peringatan Tsunami menjadi pengingat sejarah tsunami yang pernah melanda kawasan Galala dan Hative Kecil pada 8 Oktober 1950.
“Jangan melihat tugu ini hanya sebagai bangunan. Tugu ini harus menjadi pengingat bahwa pernah terjadi tsunami di sini dan menjadi pelajaran bagi kita untuk menghadapi kemungkinan bencana di masa depan,” katanya.
Wattimena juga meminta warga menjaga dan tidak merusak EWS karena fasilitas tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Alat ini mahal dan dipasang untuk menjaga keselamatan kita semua. Saya titip kepada Bapak Raja dan seluruh warga agar dijaga. Jangan dirusak atau diganggu,” tegasnya.
Peresmian turut dihadiri perwakilan JICA, Kyoto University Jepang, ITB, Unpatti, serta pihak lainnya yang mendukung penguatan mitigasi bencana di Kota Ambon. (AM-18)













