Sebagai putra Maluku, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak pernah merasa rendah diri karena berasal dari daerah. Justru, potensi yang dimiliki Maluku harus menjadi kekuatan untuk melahirkan generasi yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi lebih luas.
“Adik-adik mahasiswa harus memiliki target dalam hidup. Tentukan apa yang ingin dicapai, kemudian berusaha dan disiplin untuk mewujudkannya. Jangan pernah merasa minder karena berasal dari daerah. Maluku memiliki banyak potensi dan generasi muda harus mampu menunjukkan bahwa anak-anak Maluku juga bisa berprestasi dan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara,” pesan Wadanrindam.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, kedisiplinan dan konsistensi dalam mengejar tujuan. Suasana kegiatan semakin interaktif ketika mahasiswa diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan aspirasi dalam sesi tanya jawab.
Ruang dialog tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk berinteraksi langsung dengan narasumber sekaligus memperluas pemahaman mereka mengenai nilai kebangsaan dan peran generasi muda.
Kehadiran TNI dalam PKKMB UKIM tersebut pun tidak sebatas memberikan materi. Pembekalan itu menjadi bagian dari upaya menanamkan karakter kebangsaan sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.










