“Melalui kolaborasi ini, kita dapat menghadirkan promosi pariwisata Maluku di ruang strategis berstandar internasional tanpa membebani APBD. Ini menjadi contoh bahwa pengembangan daerah dapat dilakukan melalui inovasi dan kemitraan dengan berbagai pihak,” jelasnya.
Tidak hanya mengandalkan media promosi, Gubernur Hendrik Lewerissa juga turun langsung menyapa para penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, baik wisatawan yang baru tiba maupun mereka yang akan melanjutkan penerbangan.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan Maluku sebagai salah satu surga wisata bahari Indonesia yang memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, serta produk ekonomi kreatif yang potensial untuk dikembangkan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ekonomi lokal, mengembangkan industri kreatif, serta menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya bangsa.
Pemprov Maluku optimistis, promosi melalui fasilitas strategis di bandara internasional akan membuka peluang lebih besar bagi peningkatan kunjungan wisatawan, memperluas pasar produk lokal, serta mendorong masuknya investasi ke Maluku.
Lebih dari sekadar kegiatan promosi, langkah ini menegaskan arah kebijakan Pemprov Maluku di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa untuk menghadirkan terobosan pembangunan melalui kolaborasi, bukan semata-mata bergantung pada pembiayaan pemerintah daerah.










