“Polri saat ini tidak cukup hanya kuat di lapangan, tetapi juga harus unggul dalam teknologi, komunikasi publik, dan penegakan hukum modern. Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama,” ujar AKBP Hendra saat membacakan amanat Ka SPN.
Ia menambahkan, transformasi menuju Polri Presisi harus didukung personel yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan keamanan di era digital.
“Tantangan keamanan berkembang sangat cepat. Personel Polri harus adaptif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital,” lanjutnya.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 4 hingga 9 Mei 2026, dengan pendampingan para tenaga pendidik, pembina fungsi, serta pejabat utama SPN Polda Maluku.
Materi pelatihan tidak hanya menitikberatkan pada penguatan kemampuan teknis dan prosedural, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas analisis, komunikasi publik, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Melalui pelatihan tersebut, SPN Polda Maluku berharap dapat melahirkan personel Polri yang tidak hanya tangguh dalam pelaksanaan tugas di lapangan, tetapi juga memiliki kemampuan intelektual, profesionalisme, serta kesiapan menghadapi dinamika keamanan modern di wilayah Maluku maupun secara nasional. (**)










