Arikamedia.id, AMBON – Para agen digitalisasi bansos akan menjadi ujung tombak keberhasilan program di Kota Ambon.
Apresiasi diberikan kepada mayoritas peserta yang berasal dari ASN dan kalangan muda, termasuk CPNS baru, karena dinilai lebih aktif terhadap perkembangan teknologi.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur digital di Ambon, meski secara umum sudah cukup baik, menurutnya masih terdapat beberapa wilayah yang mengalami blank spot dan perlu pembenahan.
“Saya senang karena sebagian besar agen berasal dari ASN dan anak-anak muda. Ini menjadi peluang besar bagi saudara-saudara untuk berkontribusi langsung dalam peningkatan pelayanan publik di Kota Ambon,” ungkapnya.
Dijelaskan, Ambon ini kota kecil sehingga koordinasi dan pengawasan semestinya lebih mudah dilakukan.
Kita mungkin tidak bisa berkembang secara fisik seperti Surabaya atau Jakarta, lanjutnya, tetapi dari sisi pelayanan publik, ketepatan, kecepatan, dan akurasi pelayanan, Ambon harus mampu bersaing.
Lebih jauh Wali kota menyebutkan sebanyak 650 agen telah ditunjuk untuk mendukung implementasi program digitalisasi bansos.
“Dari jumlah tersebut, 586 orang telah melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), sementara 64 lainnya diharapkan segera menyusul,” sambungnya.










