Dua Guru Besar Universitas Pattimura, Prof. Wilma Latuny dan Prof. Mersi Palijama turut dijadwalkan mengisi forum tersebut.
Resital Kurikulum Muatan Lokal Musik Tradisional. Ini menjadi puncak dari tema pendidikan. Sebanyak 13 sekolah akan berpartisipasi, mulai dari sekolah percontohan, sekolah inklusif, hingga SMA.
Di antaranya SMA Kristen Ambon, SMA Negeri 1 Ambon, dan SMK Negeri 7 Ambon. Total peserta mencapai lebih dari 300 siswa.
Menariknya, para siswa akan mengeksplorasi bunyi alam, mengangkat cerita legenda Maluku, hingga menciptakan notasi musik versi mereka sendiri.
Pembelajaran musik tidak lagi terpaku pada not balok, melainkan mengasah kreativitas dan kepekaan rasa.
Pertunjukan Musik Kolaborasi
Panggung AIMF tahun ini akan lebih banyak memberi ruang bagi musisi lokal dan nasional.
Meski begitu, musisi internasional dari Belgia dan Belanda, serta musisi dari Sorong dan Jakarta juga akan tampil berkolaborasi dengan musisi Maluku.
“Kalau tahun lalu porsi musisi luar negeri lebih banyak, tahun ini kita balik. Kita perbesar porsi lokal. Ini komitmen kami untuk pendidikan,” ujarnya.
AIMF 2026 juga telah ditetapkan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Pada malam puncak nanti akan dilakukan penyerahan piagam penghargaan KEN sebagai bentuk pengakuan nasional.










