Ia juga menegaskan bahwa selama puluhan tahun berdiri sebagai organisasi interdenominasi, PWKI konsisten berperan sebagai mitra pemerintah dan gereja dalam mendukung pembangunan, termasuk di sektor kesehatan.
Dimana, perempuan merupakan pilar utama dalam keluarga yang berfungsi sebagai pengelola kesehatan rumah tangga.
“Ibu adalah garda terdepan dalam memastikan kesehatan keluarga. Ketika perempuan sehat, maka seluruh anggota keluarga akan ikut merasakan dampaknya,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kontribusi perempuan tidak berhenti di lingkungan rumah saja. Perempuan yang sehat dan berdaya, lanjutnya, akan mampu menciptakan dampak positif yang lebih luas di tengah masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, PWKI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola hidup sehat serta langkah pencegahan HIV/AIDS dan TBC. Perempuan pun diharapkan mampu tampil sebagai agen perubahan dalam memutus rantai penyebaran penyakit.
“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penjaga keluarga, tetapi juga pelopor perubahan di lingkungan sekitarnya,” tegasnya
Ia juga berharap kolaborasi antara PWKI, pemerintah, dan berbagai pihak dapat terus diperkuat demi meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.










