“Kompetisi ini harus dijalankan secara sehat. Jangan sampai opini yang berkembang justru merusak nama baik para calon yang sedang berproses,” ujarnya di Swiss-Belhotel Ambon, Sabtu, (18/04/26).
Ia juga menekankan bahwa tidak ada jaminan bagi siapa pun untuk terpilih sebelum seluruh tahapan selesai.
Prinsip yang dipegang dalam seleksi ini adalah mencari figur yang paling mampu, bukan yang dianggap sempurna.
Ia turut mengapresiasi tingginya perhatian masyarakat terhadap proses ini, namun mengingatkan agar partisipasi tersebut tidak disalurkan melalui cara-cara yang keliru, seperti penyebaran isu yang belum tentu benar.
Selain itu, masyarakat diminta untuk lebih cermat dalam menerima informasi, terutama di era digital saat ini.
Verifikasi menjadi langkah penting agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks yang dapat memecah belah persatuan.
Ia juga menyinggung soal maraknya dukungan terbuka terhadap kandidat tertentu, baginya hal tersebut sah-sah saja, namun setiap individu harus siap menanggung konsekuensinya.
“Silakan mendukung, itu hak masing-masing. Tapi jangan lupa, hasil akhirnya belum tentu sesuai harapan,” tegasnya.
Di sisi lain, stabilitas Kota Ambon tetap menjadi perhatian utama. Proses seleksi ini diharapkan tidak mengganggu keharmonisan masyarakat yang selama ini terjaga dengan baik.










