Lebih jauh Wali Kota menyambut baik audiensi tersebut, dan menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi harus melahirkan tindak lanjut nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala DLHP, untuk segera menindaklanjuti langkah kolaborasi ini. Pendekatan ilmiah dan dukungan akademik sangat dibutuhkan dalam pengukuran, pemetaan data, hingga perumusan kebijakan pengendalian pencemaran udara di Kota Ambon,” tegas Wali Kota.
Wali Kota berharap, pertemuan ini menjadi langkah awal terbentuknya kemitraan jangka panjang antara Pemerintah Kota Ambon dan FST Unpatti, guna memperkuat pembangunan kota yang berlandaskan ilmu pengetahuan, inovasi, serta solusi akademik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik saat ini maupun di masa mendatang.
Dekan FST Unpatti, Prof. Henry Wattimanela menjelaskan, cabang ilmu di lingkungan fakultasnya, seperti matematika, fisika, kimia, biologi, ilmu komputer atau informatika, statistika, ilmu lingkungan, hingga teknologi terapan memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan pembangunan perkotaan saat ini.
“Berbagai bidang keilmuan tersebut dapat dioptimalkan, untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup, transformasi digital pemerintahan, mitigasi risiko bencana, penguatan sistem pendidikan, pengolahan data pembangunan, hingga pengembangan inovasi teknologi yang berbasis pada kebutuhan lokal Kota Ambon,” jelas Wattimanela.










