Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaDaerahLINGKUNGANUtama

Pembatasan Partisipasi Terhadap Pembela Lingkungan dari Kacamata Jurnalis

508
×

Pembatasan Partisipasi Terhadap Pembela Lingkungan dari Kacamata Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Link Banner

Secara pribadi saya inginkan agar semua elemen berkolaborasi baik pembela lingkungan, jurnalis dalam hal ini media dan masyarakat sipil. Membangun ekosistim bersama dari sisi media yang menyampaikan fakta, media yang memberikan pengetahuan dan media yang melibatkan warga secara aktif berpartisipasi membela kelompok rentan yang merasakan dampak langsung krisis iklim.

Media harus mempertahankan eksistensinya agar tetap dipercaya masyarakat. Konsekwensinya secara sosial bisa ada jika sudah tidak lagi dipercaya, terus media yang harus berperan sebagai pembela lingkungan juga bisa terancam.

Link Banner

Media dituntut tetap kritis terhadap persoalan namun tetap juga objektif dan berimbang. Menghadapi persoalan kirsis lingkungan sekalipun media sedapat mungkin menghindari benturan dan konflik kepentingan. Jadi perannya adalah menjembatani antara pembela lingkungan, pemerintah maupun perusahaan pengelola sumber daya alam.

Baca Juga  DPRD Maluku Minta PLN Dukung Perluasan Akses Internet

Ia meyakini bahwa kekuatan jurnalisme terletak pada seberapa luas simpul koordinasi yang bisa dibangun.

Media diharapkan dapat memastikan setiap suara dari garis depan lingkungan terdengar hingga ke pusat kebijakan.

Jurnalisme di Maluku juga terkadang terjepit antara minimnya transparansi pemerintah dan tingginya intimidasi saat peliputan.  Ketika jurnalis bekerja tanpa tekanan maka masyarakat akan mendapatkan informasi yang lebih kredibel ujungnya partisipasi publik yang sehat.

Link Banner

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *