Selain itu, pengambilan keputusan diharapkan tidak lagi bersifat reaktif, tetapi didasarkan pada data dan bukti (evidence-based decision making).
Dari sisi manfaat, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya administrasi, mempercepat pengolahan serta penyajian laporan, sekaligus membantu pemerintah daerah mengoptimalkan sumber daya pembinaan.
Sementara bagi koperasi, hasil penilaian kesehatan dapat dimanfaatkan untuk mengetahui berbagai kelemahan dalam pengelolaan organisasi, meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola keuangan, serta memperkuat kepercayaan anggota.
Jika diterapkan secara berkelanjutan, perbaikan tata kelola tersebut diharapkan, berdampak terhadap peningkatan kinerja usaha koperasi dan kesejahteraan masyarakat.
Siegers menambahkan, keberhasilan pengembangan PA’KOP BACARITA membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut melibatkan jajaran Pemkot Ambon, Tim Efektif, aparatur pembina dan pengawas koperasi, pengurus koperasi, serta mitra pendukung teknologi.
Dukungan Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon selaku Mentor Proyek Perubahan juga menjadi bagian penting, dalam mendorong penguatan serta keberlanjutan inovasi tersebut.










