Dengan ketersediaan informasi tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kondisi masing-masing koperasi, sekaligus menentukan bentuk pembinaan yang sesuai dengan persoalan dan kebutuhan yang dihadapi.
Siegers menjelaskan, selama ini data hasil penilaian kesehatan koperasi masih tersebar sehingga pemanfaatannya dalam proses pembinaan dan pengawasan belum berjalan optimal.
“Karena itu, melalui inovasi PA’KOP BACARITA, berbagai data tersebut diintegrasikan ke dalam satu dashboard digital yang menyediakan informasi profil koperasi, hasil penilaian kesehatan, pemetaan risiko, hingga rekomendasi pembinaan. Bahkan, sistem ini dilengkapi early warning system berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), untuk mendukung penyediaan rekomendasi pembinaan,” ungkap dia.
Dengan dukungan sistem tersebut, aparatur pembina dan pengawas koperasi dapat memperoleh informasi secara lebih cepat dan akurat, sehingga langkah penanganan terhadap koperasi dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang teridentifikasi.
Pengembangan inovasi ini dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembentukan Tim Efektif, identifikasi proses bisnis dan inventarisasi data, standardisasi serta validasi data, pengembangan prototipe dashboard, hingga penyusunan standar operasional prosedur dan panduan penggunaan.










