Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaNasionalOpiniPolitikUtama

Menimbang Demokrat Keluar dari Koalisi Prabowo dan Menjadi Oposisi

979
×

Menimbang Demokrat Keluar dari Koalisi Prabowo dan Menjadi Oposisi

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto, berjabat tangan dengan, AHY (medsos)
Link Banner

Keuntungan Jika Demokrat Menjadi Oposisi

Bergabung dengan oposisi (mungkin bersama PDIP dan PKS) yang kini menjadi “penjaga demokrasi” bisa jadi langkah strategis jangka panjang.

Pertama, pembangunan citra independen di mana Demokrat bisa memposisikan diri sebagai partai prinsipil, tajam mengkritik kebijakan pemerintah seperti pilkada via DPRD yang dituding anti-demokrasi. Ini mirip SBY yang mundur dari Megawati, membangun basis oposisi dan menang pilpres 2004. Demokrat bisa meraih simpati pemilih urban yang muak dengan “demokrasi kartel” di mana koalisi gemuk mematikan “checks and balances”.

Kedua, persiapan pilpres 2029. Keluar memberi ruang konsolidasi internal tanpa beban pemerintahan, target suara 10-15% dengan narasi “kembali ke akar reformasi.” Keuntungan lain yakni menghindari risiko ikut tenggelam jika Prabowo gagal, seperti kritik atas “koalisi permanen” yang diungkit Demokrat sendiri sebagai kode 10 tahun Prabowo.

Baca Juga  Purbaya Ungkap Dana Pemda Rp100 Triliun Mengendap di Bank, Soroti Efektivitas Belanja Daerah

Secara finansial, oposisi bisa menarik donatur oposisional, plus media exposure gratis dari kritik tajam terhadap isu seperti korupsi atau hak asasi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *