“Mereka selama ini berbicara soal pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pulau Buru. Karena itu kami berharap mereka juga hadir dan serius mengawal persoalan Gunung Botak,” katanya.
Kata pendemo, mereka kecewa karena Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku dinilai tidak memberikan respons langsung terhadap aksi-aksi mahasiswa terkait persoalan Gunung Botak.
Arton menyebut, sebelumnya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) juga telah melakukan aksi serupa pada 18 Mei lalu, namun tidak ditemui oleh pimpinan daerah. Hal yang sama kembali terjadi dalam aksi Aliansi Mahasiswa Pulau Buru.
“Kami sangat kecewa terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku. Setelah beberapa aksi dilakukan, mulai dari GMKI hingga gerakan hari ini, tidak ada respons langsung dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Gerakan mahasiswa terkait persoalan Gunung Botak sambungnya, akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun DPRD Provinsi Maluku. **










