“Perbedaan dukungan adalah hal yang wajar dalam olahraga.namun yang paling penting adalah bagaimana kita tetap menjaga persaudaraan, semangat hidup orang basudara, serta hubungan adik dan kakak yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Maluku,” ujar Luhukay via WhatsApp, Kamis, (04/06/26).
Ia menegaskan, kegiatan konvoi damai bukan sekadar seremoni, melainkan wadah untuk membangun komitmen bersama agar semangat mendukung tim favorit tidak berubah menjadi konflik atau perpecahan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Pemkot Ambon juga mengingatkan masyarakat agar tetap menumbuhkan rasa nasionalisme dengan mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Guna mendukung kelancaran kegiatan, Dispora Kota Ambon saat ini sedang melakukan pendataan kelompok-kelompok pendukung negara peserta Piala Dunia. Hingga kini, sebanyak 19 kelompok suporter telah terdata dan masih dibuka kesempatan bagi komunitas lain untuk mendaftarkan diri melalui media sosial resmi yang telah disediakan.
Selanjutnya, para koordinator kelompok pendukung akan dihimpun dalam rapat koordinasi dan pembahasan teknis guna menyamakan persepsi serta membangun komitmen bersama dalam menjaga ketertiban selama berlangsungnya rangkaian kegiatan Piala Dunia.










