“BMKG seharusnya menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan informasi dan peringatan dini kepada masyarakat. Jangan sampai peringatan baru disampaikan ketika dampak kebakaran sudah dirasakan masyarakat,” katanya.
Basyir menegaskan, evaluasi tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, tetapi sebagai upaya memastikan sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di Maluku berjalan lebih cepat, terintegrasi, dan responsif.
“Jangan jadikan Maluku sebagai laboratorium keterlambatan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Hutan kita jaga, Maluku kita selamatkan. Itu harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan,” pungkasnya.**










