Lebih jauh dikatakan, kita harus memanfaatkan apa yang ada sekarang. Stok dan kemampuan kita memang terbatas, tapi itu tidak berarti kita tidak bisa memaksimalkan potensi yang ada.
“Yang paling utama itu pengembangan pembinaan dan lapisan kedua di daerah. Jadi pembinaan atlet harus berjalan terus,” katanya.
Levi juga menyoroti pentingnya pembinaan atlet usia muda dan pengembangan pelatih maupun lapisan kepemimpinan organisasi hingga kabupaten/kota.
Selain itu, dirinya mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pelatih dan perangkat pertandingan yang memiliki lisensi resmi.
“Berapa pelatih di Maluku yang sudah punya lisensi, itu juga harus menjadi perhatian. Karena kalau kita mau maju, kualitas SDM olahraga juga harus diperkuat,” tandasnya.
Dia juga menekankan dunia olahraga sering dihadapkan pada keterbatasan sponsor maupun dukungan anggaran. Namun menurutnya, pengurus olahraga harus tetap total dalam bekerja demi kemajuan atlet dan organisasi. *










