Irawady menegaskan, berdasarkan keterangan Pertamina, kuota BBM subsidi di Maluku hingga 31 Desember 2026 dipastikan tetap tersedia.
“Jadi persoalannya bukan semata-mata kekurangan BBM. Mekanisme distribusi dan antrean juga harus kita benahi agar masyarakat tidak dirugikan,” pungkasnya. *










