Olahraga itu butuh orang-orang yang punya keikhlasan, dedikasi, bahkan agak-agak gila sedikit supaya bisa melahirkan prestasi, sambungnya, kepada pengurus baru PODSI Maluku, dia berharap organisasi tersebut mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah diraih selama ini.
Lebih jauh diungkapkan, di tengah kondisi efisiensi, pembinaan olahraga bukan pekerjaan mudah. Menurutnya, olahraga tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga dukungan finansial yang besar.
“PODSI hari ini bukan lagi membangun dari nol. Posisi sekarang adalah mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah dicapai,” katanya.
Meski demikian, KONI Maluku tetap menargetkan kebangkitan olahraga daerah menuju PON ke-28 di NTT–NTB.
Sebagai langkah awal ditekankan Pemerintah Provinsi Maluku bersama KONI telah menyepakati pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku pada Januari atau Februari 2027.
“Dalam waktu dekat KONI Maluku akan menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota untuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2027,” ujarnya.
Sam juga menyoroti bahwa KONI Maluku telah menginventarisasi cabang-cabang olahraga unggulan yang akan menjadi fokus pembinaan menuju PON mendatang.










