“Kami hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat dan doa. Semoga keluarga yang terkena musibah diberikan ketabahan dan kekuatan, serta bantuan ini dapat meringankan beban mereka.”
Menurutnya, BKPRMI memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui dakwah dan pembinaan generasi muda, tetapi juga lewat aksi sosial dan kemanusiaan.
“Musibah bisa datang kepada siapa saja. Karena itu, semangat kebersamaan dan kepedulian harus terus kita hidupkan,” tambahnya.
Salah satu korban, Rahmi Nabila, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Pattimura, mengaku tetap berusaha tegar menghadapi musibah tersebut. Ia didampingi Ketua RW Batu Merah, Adjat Sudrajat.
“Kami sedih, tapi tetap harus kuat. Sedih boleh, tapi jangan terlalu meratap,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, pengurus BKPRMI turut makan bersama warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Semarak Milad Ke-49 BKPRMI dengan tema “Menyongsong Setengah Abad BKPRMI: Transformasi Gerakan Pemuda Remaja Masjid Menuju Indonesia Emas 2045.”
BKPRMI Maluku juga menyatakan akan terus mengawal aspirasi dan kebutuhan warga korban kebakaran.
Kehadiran BKPRMI di tengah warga Batu Merah menjadi wujud nyata solidaritas kemanusiaan. Di tengah kehilangan akibat kebakaran, kepedulian dan kebersamaan diharapkan dapat membantu para korban bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. *













