Ia (Kajati) menyebut, semua ini adalah bentuk perjuangan luar biasa. Jabatan Koordinator adalah posisi strategis yang menjadi penghubung ritme organisasi, penggerak kualitas kerja, sekaligus penjaga marwah institusi.
“Saya yakin ini tidak mudah, di balik pelantikan ini terdapat penyematan tanggung jawab, ada amanah besar yang dipercayakan Negara. Saudara kini dituntut bukan hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang dalam integritas, bijak dalam kepemimpinan, dan kuat dalam loyalitas kepada institusi,” ucap Kajati dalam sambutannya.
Kajati Maluku juga menambahkan, Kejaksaan saat ini membutuhkan insan-insan yang mampu bekerja cepat tanpa kehilangan ketelitian, mampu tegas tanpa kehilangan hati nurani, dan mampu memimpin tanpa kehilangan keteladanan.
Olehnya itu, ia berharap kepada para Koordinator yang baru dilantik, untuk dapat menjadi motor penggerak perubahan, menghadirkan budaya kerja yang disiplin, profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan hukum yang berkeadilan.
“Jabatan tidak membuat seseorang menjadi terhormat, melainkan amanahnyalah yang menentukan kehormatannya. Olehnya itu, Jangan pernah bekerja hanya untuk terlihat baik di hadapan pimpinan, namun bekerjalah agar kehadiran saudara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan institusi,” pungkasnya.










