“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama, apalagi kita akan menghadapi agenda politik penting ke depan, termasuk proses pendaftaran partai,” tambah Abubakar.
Penunjukan Abdullah Vanath diharapkan mampu membawa energi baru bagi NasDem Maluku.
Selain memperkuat konsolidasi internal, restrukturisasi kepengurusan juga menjadi momentum untuk membangun kembali soliditas dan kesiapan partai menghadapi dinamika politik ke depan.
Dengan kepemimpinan baru ini, publik kini menanti langkah konkret NasDem Maluku dalam membangun kembali kekuatan politiknya di daerah, sekaligus menjawab tantangan yang semakin kompetitif di panggung politik. (AM-18)










