Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jaringan Komunikasi Rakyat sebelum aksi utama digelar, mengadakan pra-demonstrasi di kawasan Bundaran Poka, Kota Ambon.
Pada kegiatan tersebut, mereka membentangkan sebuah spanduk besar bertuliskan “Dari Maluku Tolak MBG” sebagai simbol dimulainya rangkaian penyampaian aspirasi menjelang kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Maluku.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai elemen organisasi di Maluku menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi bertepatan dengan kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Provinsi Maluku.
Aksi tersebut mengusung brand issue “Dari Maluku Tolak MBG” sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.
Koordinator Lapangan, Umar Lewen mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin oleh konstitusi.
Menurutnya, mahasiswa ingin memastikan bahwa setiap program strategis nasional yang dijalankan di daerah berlangsung secara transparan, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami datang bukan untuk menolak Presiden, tetapi untuk menyampaikan aspirasi rakyat Maluku. Brand issue Dari Maluku Tolak MBG merupakan simbol kritik terhadap pelaksanaan program yang kami nilai perlu dievaluasi secara menyeluruh,” kata Umar Lewen










